Kalium (K) adalah salah satu dari 17 nutrisi penting yang diperlukan untuk
pertumbuhan dan reproduksi tanaman. Kalium diklasifikasikan sebagai makronutrien, seperti halnya nitrogen
(N) dan fosfor (P).
Kalium pada Tanaman
Kalium sangat penting dalam hampir semua proses
yang diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan dan reproduksi tanaman.
Tanaman yang kekurangan
kalium kurang tahan terhadap kekeringan, kelebihan air, dan suhu tinggi dan rendah.
Tanaman juga kurang tahan terhadap hama, penyakit dan
serangan nematoda. Kalium meningkatkan kesehatan secara keseluruhan pada tanaman untuk tumbuh dan
membantu melawan penyakit. Kalium mempengaruhi faktor kualitas pada tanaman seperti pada ukuran, bentuk, warna dan kekuatan dari
benih atau biji-bijian.
Pengaruh Kalium pada Tanaman
- Meningkatkan pertumbuhan akar dan lebih tahan kekeringan
- Mengaktifkan setidaknya 60 enzim yang terlibat dalam pertumbuhan
- Membantu dalam proses fotosintesis dan pembentukan makanan
- Membantu mentranslokasi gula dan pati
- Menghasilkan biji-bijian kaya pati
- Meningkatkan kandungan protein dari tanaman
- Mempertahankan dan mengurangi kekurangan air dan layu
- Membantu menghambat penyebaran penyakit tanaman dan nematoda.
Gejala Kekurangan Kalium
Kalium adalah unsur dengan mobilitas yang tinggi pada tanaman dari jaringan tua ke
jaringan muda. Akibatnya, gejala kekurangan kalium biasanya terjadi pertama pada
daun bawah dari tanaman, dan menuju ke arah
atas sebagai tanda defisiensi meningkat. Salah satu tanda yang
paling umum dari kekurangan kalium adalah daun
menguning,
atau terbakar (klorosis), disepanjang tepi daun. Dalam kasus yang parah, biasanya daun akan
rontok. Namun, dengan tanaman berdaun lebar, seperti kedelai dan kapas, seluruh
daun bisa terjangkit, mengakibatkan defoliasi dini
dari tanaman. Tanaman yang kekurangan kalium tumbuh
lambat dan mempunyai sistem perkembangan
akar yang buruk. Batang melemah, dan biji tanaman seperti jagung dan padi umumnya kecil.
No comments:
Post a Comment